Alamat

Selamat Datang di Blog KAWERON DUSUNKU ASRI
Lokasi : di Dusun Kaweron, Desa Muntilan, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Kode Pos 56411.

Selasa, 11 Januari 2011

LAHAR DINGIN MERAPI

Hari ahad, 9 Januari 2011 telah sekitar ba'da maghrib telah terjadi banjir lahar dingin yang sangat besar (paling besar) diantara banjir lahar dingin sebelumnya. Sungai pabelan bahkan airnya hingga mengenai jalan utama Yogja-Magelang, Sungai lamat yang melewati tengah kota Muntilan juga besar walaupun hampir 90% air dan belum mengandung material merapi seperti sungai pabelan dan sungai putih. Untuk sungai blongkeng juga mengalami banjir besar (terbesar sejak erupsi merapi) dengan ketinggian air lebih dari 2 M dan merupakan luapan dari sungai putih. Untuk sungai putih bahkan sampai memporakporandakan rumah-rumah penduduk disekitar bantaran sungai putih.
Jalan Yogja-Magelang di dusun Gempol, Jumoyo, Kecamatan Salam bahkan sampai ditutup total dan baru bisa dilewati kembali baru tadi malam 12 Januari 2011 sekitar jam 01.00 wib. Pasir yang di jalan untuk sebelah barat hingga dekat pom bensin dan disebelah timur hingga pasar Jumoyo.
Bagi saudara-saudaraku yang ingin melihat foto-foto atau gambar-gambar tentang banjir lahar dingin bisa membuka/browsing di google image "lahar dingin" atau di youtube.
wallohu a'lam bisawab

Minggu, 09 Januari 2011

NYINOM (SINOMAN)

Bertahun-tahun, sinoman di Kaweron Muntilan telah ada dan telah banyak berkiprah di setiap kegiatan hajatan,  pengajian, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang memerlukan sinoman. Sejak Admin masih duduk dibangku SMP, Admin telah banyak ikut berkecimpung dalam kegiatan sinoman kampung. Waktu itu pakaian yang dikenakan masih menggunakan pakaian atas putih, dan celana panjang hitam, bersepatu, serta memakai peci hitam. Dulu para sinoman masih dilaksanakan oleh para pemuda dari tingkat SMP hingga yang sudah tidak sekolah (bekerja). 
Seiring berjalannya waktu, sekitar pada tahun 2000 didirikan paguyuban sinoman gabungan dari RT 01, 02, 03 dan 03 Tlatar yang terdiri dari anak-anak muda (putra dan putri) yang mau dengan ikhlas berjuang dalam kegiatan sinoman. Saat itu paguyuban tersebut dibimbing oleh Bp. Ahmad Sobari, Bp. Khabib Fathoni, Bp. Asroni, Bp. Hasan, Ibu Ning, Bu Yiyik, dan Bu Musriyah. Selang beberapa tahun kemudian (kira" 7-8 tahun) karena banyak yang sudah berkeluarga, bahkan ada yang ikut suami meninggalkan dusun, lambat laun paguyuban ini mulai memudar.
Alhamdulillah, mulai bermunculan para sinoman di tiap-tiap RT yaitu Sinoman RT 01 (anak-anak muda), Sinoman RT 02 (anak-anak muda), dan Sinoman RT 04 (anak-anak muda dan bapak-bapak). Hanya RT 03 Kaweron yang tidak ada kelompok sinoman dikarenakan jumlah anak-anak mudanya yang sangat minim. Dari beberapa kelompok sinoman tersebut, Kelompok Sinoman RT 02 yang saat ini terlihat banyak kegiatan dengan seragam atas biru, celana hitam, berpeci, dan bersepatu hitam. Sinoman RT 02 banyak diisi oleh para mantan anggota paguyuban sinoman yang dulu sangat exis di Dusun Kaweron.
Awas! nasinya mau tumpah
Kompak untuk makan hidangan


Para punggawa Sinoman RT 02 diantaranya ada Heru Pranggono, Ahmad Sadana, Syaiful Muslim, Muh Lison, Dody Roy R., Surahmat, Nandang, Andra, Obet, dan masih banyak lagi.
TERUS BERJUANG UNTUKSINOMAN DI KAWERON MUNTILAN


Selasa, 28 Desember 2010

KERJA

Sudah selayaknya jika kita bersyukur atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan Alloh SWT kepada kita, dimana kita sebagai makhluk-Nya tak pernah dapat menghitung berapa besar nikmat yang telah kita terima.
Ibu-ibu sedang memecah batu
Setelah kejadian erupsi gunung merapi pada tanggal 26 Oktober s.d. 4 Nopember 2010 (terbesar), sekarang kita dihadapkan dengan kejadian lain di dekat kita yaitu banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin adalah banjir berupa air dan campuran material dari gunung merapi (batu, pasir, dan lumpur) dengan membawa aroma belerang yang sangat menyengat. Beberapa sungai di sekitar Kecamatan Muntilan dan Salam telah mengalami banjir lahar dingin yaitu sungai pabelan, sungai lamat, sungai putih dan sungai krasak (perbatasan Jateng dan DI Yogyakarta). Sungai-sungai tersebut mempunyai hulu di daerah atas yaitu lereng gunung merapi. Tak terkecuali sungai blongkeng yang merupakan cabang dari sungai putih pun ikut kebagian banjir walaupun tak sebesar yang terjadi beberapa sungai diatas.
Sampai saat ini sungai blongkeng masih cukup banyak mengalirkan pasir yang berimbas pada mata pencaharian bagi masyarakat dusun Kaweron. Mereka banyak yang "berburu" pasir untuk memberi nafkah kepada keluarganya. Dari yang muda hingga yang tua masih sibuk mencari material di sungai blongkeng untuk dijual kepada pembeli (truk-truk pengangkut pasir dan batu). Tak ketinggalan ibu-ibu juga ikut membantu para suami mereka mencari nafkah dari sungai blongkeng. Ada yang mencari pasir, dan ada juga yang memecah batu untuk dijadikan "kricak" sebagai bahan campuran untuk pengecoran bangunan.
Sedikit demi sedikit mereka kumpulkan bahkan tak kenal lelah dan waktu siang - malam tetap bekerja dengan harapan ada truk yang masuk dan mengambil material.

Selasa, 21 Desember 2010

KERJA BHAKTI

Hari ahad tanggal 19 Desember 2010 sebagian besar warga masyarakat Lingkungan Kaweron Muntilan melaksanakan kegiatan kerja bhakti untuk membangun bendungan guna mengalirkan air dari sungai blongkeng ke sungai tengah dusun.
Warga yang ikut kerja bhakti di lapangan adalah para bapak dan anak-anak muda, sedangkan untuk ibu-ibu kebanyakan mengurusi konsumsi (snack dan minum). Seharian penuh kerja bhakti untuk memasang batu-batu sebagai pondasi agar bendungan tidak ambrol lagi terkena banjir dari sungai blongkeng. 
Para tukang batu sibuk memasang batu dan campuran semen, anak-anak muda dan bapak-bapak lainnya memindah pasir dan batu. Semua kelihatan guyup rukun untuk mendapatkan air karena sudah beberapa hari sumur, kolam, sawah, dan sungai tengah kampung tidak terisi oleh air. Bahkan ada sumur milik warga yang airnya benar-benar sudah habis. Ikan di dalam kolam pun banyak yang mati karena tidak mendapatkan air segar.

Minggu, 12 Desember 2010

MUMETKE TENAN

1. Gua pingin ngomong sama loe,,,, baca no 5

2. mmm.... Gimana ngomongnya ya.....???? Baca no 8

3. Penasaran ya??? Baca no 9

4. Dari pada bingung baca aja no 15

5. Gua gak berani ngomong nich!!!! 17 aja ya

6. Gua Pinginnya sich ngomong sekarang, tapi no 16 deh!!

7. Q bakal Ngomong, tapi baca dulu no 2

8. Yang pingin gua sampein tuch benar2 simple, makanya baca no 4

9. Gak usah deg2an gitu donk, Sederhana kok, Segampang baca no 18

10. Belum , Baca no 19 dulu !!

11. Mulai capek ya?? Sabar, Baca aja no 13

12. Sebenarnya gua pungin ngomong kalo (ah, Baca no 3 deh)

13. Tinggal dikit lagi, baca no 20

14. Duh, capek deh!!! baca no 21

15. Dah mulai pusing? Baca no 6

16. masih belum ngerti ya?? baca no 12

17. ah malu nich!!, baca no 7

18. gua gak tau, loe bakal ngerti apa gak!! Tolong baca no 10

19. Baca no 11 Dengan tenang ya,, ntar loe tau ndiri.

20.Sekarang gua ngomong deh, baca no 14 pelan-pelan ya


21. gak jadi ngomong wez !!! "MATA PUSING" @_@


diambil dari : ketawa.com

Selasa, 07 Desember 2010

LAHIRNYA SI KEMBAR

Sejak erupsi gunung merapi tanggal 26 Oktober 2010 yang lalu, admin belum mendengar kabar lagi tentang saudara kita yang berada di Pulau Kalimantan. Baru tadi pagi admin mendengar kabar bahwa saudara kita pasangan suami istri ZULFIAN DAULD - RIRIN RINAWATI telah mempunyai momongan lagi 2 (dua) orang bayi mungil laki-laki kembar.
Si Kembar dari Kalimanta : AZKA DAUD IHSAN NAFI & DZAKA DAUD IHSAN NAFI
Syukur alhamdulillah semuanya (ibu dan bayi) sehat dan untuk kedua bayi tersebut diberi nama : Azka Daud Ihsan Nafi & Dzaka Daud Ihsan Nafi. Keluarga yang ada di Muntilan juga merasa  bahagia sekali mendengar kabar ini. Semoga si kembar menjadi anak yang sholeh, berbhakti kepada orang tua, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Untuk sang kakak (Najwa) semoga tambah sayang dengan adiknya.

Rabu, 01 Desember 2010

SUNGAI BLONGKENG

Beberapa hari ini Kota Muntilan diguyur dengan hujan yang cukup deras disertai suara halilitar dan geledek yang memekakkan telinga. Sungai Pabelan, Lamat, Putih, Batang, Krasak (yogya) dan code (yogya) telah mengalami banjir lahar dingin yang cukup besar. Alhamdulillah, sungai Blongkeng sampai dengan tulisan ini dimuat, baru sekali menerima kiriman banjir lahar dingin yang cukup besar dan terjadi pada beberapa hari yang lalu. Boleh dikatakan sampai saat ini sungai blongkeng masih normal : air tidak besar, pasir masih tetap terbawa air tetapi tidak sepekat waktu banjir lahar dingin. Buat saudara-saudaraku yang ada di rantau, inilah gambaran sementara untuk sungai blongkeng.