Alamat

Selamat Datang di Blog KAWERON DUSUNKU ASRI
Lokasi : di Dusun Kaweron, Desa Muntilan, Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Kode Pos 56411.

Minggu, 24 April 2011

TEBING LONGSOR

Berikut ini akan kami tampilkan beberapa longsoran tebing di sekitar sungai blongkeng :
Sebelah timur makam kluweh (lereng dusun Ngebong Lor)

Sebelah timur makam kluweh (lereng dusun Ngebong Lor)

Sebelah timur Bapak Juaeri (lereng dusun Ngebong Lor)

Sebelah timur rumah Bp Juaeri (lereng dusun Ngebong Lor)

Sebelah timur rumah Bapak Hisyam

Kamis, 07 April 2011

PADAT KARYA

Beberapa hari yang lalu selama 5 (lima) hari, Dusun kami mengadakan kegiatan PADAT KARYA yang diikuti oleh sekitar 250 - 300 orang dengan biaya dari pemerintah. Selama 5 hari tersebut mereka mengerjakan kegiatan berupa :
  1. Pembersihan jalan utama
  2. Pembersihan selokan
  3. Pembersihan makam
  4. Pembersihan sungai
  5. Membendung aliran sungai blongkeng
Kini, dusun kami kelihatan sangat bersih sekali dan jalan pun kelihatan sangat lebar. Seandainya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin diseluruh wilayah Republik Indonesia, Insyaalloh negara kita akan menjadi negara yang bersih dari sampah-sampah berserakan dan dapat membebaskan masyarakat dari segala penyakit akibat nyamuk. Hal lain yang dapat kita ambil segi positifnya adalah bahwa para pengangguran akan mendapatkan kegiatan berupa pekerjaan yang dapat membiayai hidup mereka.

Selasa, 22 Maret 2011

BANJIR

Sudah 3 kali dalam 1 minggu ini sungai blongkeng yang berada di sebelah timur dusun kita mengalami banjir cukup besar dengan ketinggian banjir kira-kira 1 - 1,5 M dengan aliran air cukup deras. Pada hari sabtu tanggal 19 Maret , Senin 21 Maret, dan Selasa 22 Maret 2011, banjir di sungai blongkeng membawa material bebatuan dan suara dentuman yang cukup keras. Untuk hari Selasa tanggal 22 Maret 2011, sungai blongkeng mengalami banjir yang cukup besar dibandingkan sungai-sungai lain yang sering mengalami banjir (sungai pabelan, sungai lamat, maupun sungai putih).
Sementara ini, menurut pantauan kami di pinggir sungai blongkeng, jika banjir yang terjadi dengan intensitas yang seperti hari-hari kemarin, insyaalloh dusun kita masih AMAN. Namun jika suatu saat terjadi banjir yang besar dengan membawa material bebatuan, pasir, dan lumpur maka dusun kita TIDAK AMAN. Apalagi sekarang di bagian atas (di Jurang Jero) untuk tanggul pembatas antara sungai blongkeng dan sungai putih telah mengalami pengikisan yang cukup signifikan dengan panjang kira-kira 65 m. Dan apabila pembatas tersebut jebol, maka aliran banjir lahar dingin sewaktu-waktu bisa masuk ke sungai blongkeng.
Rekan-rekan pemuda selalu siap siaga untuk memantau aliran banjir sungai blongkeng, sementara ini untuk tempat pemantauan kami berada bantaran bagian bawah dekat rumah Bp. Abdul Rosyid karena disana banyak sekali para penambang batu dan pasir. Hanya saja untuk alat komunikasi saat ini yang kami miliki adalah handphone yang hanya dapat kami gunakan untuk pemberitahuan informasi kepada orang-orang tertentu saja (sesuai no. hp yang tersimpan). Jika kami ada HT lebih, maka kami akan mengkoordinasikan dengan rekan-rekan untuk menyebar ke beberapa titik pemantauan khususnya sungai blongkeng yang melintasi samping dusun kita. Untuk penempatan diantaranya di utara dusun (bendungan), tengah dusun (sekitar rumah Bp Fahrurodin), dan selatan dusun (tempat pemantauan sekarang).

Minggu, 13 Februari 2011

HANDY TALKY (HT)

Ketika erupsi gunung merapi tanggal 26 Oktober 2010 yang lalu, ditambah dengan putusnya beberapa jaringan listrik dan sulitnya hubungan melalui handphone atau telephon, kita dihadapkan pada sulitnya memperoleh informasi-informasi penting tentang alam dan lingkungan sekitar kita.
Untunglah di tempat tinggal kita masih ada beberapa rekan yang mempunyai alat komunikasi berupa HT (Handy Talky) untuk memudahkan mencari informasi-informasi penting. Bahkan sampai saat ini HT pun masih sangat kita perlukan untuk hubungan dengan rekan-rekan lain yang menginformasikan tentang kondisi cuaca dan aliran sungai maupun gunung merapi. Setelah erupsi merapi terbesar selesai, kita dihadapkan dengan bencana alam susulan berupa banjir lahar dingin. Tak terkecuali di daerah sekitar kita yang diapit oleh 2 sungai yang mempunyai hulu di lereng gunung merapi yaitu sungai lamat dan sungai blongkeng. Hujan yang turun dengan sangat deras beberapa hari yang lalu telah menjadikan banjir lahar dingin dengan membawa material dari merapi dan menghancurkan beberapa dam, jalan, rumah, sekolah, bahkan jembatan penghubung antar desa ataupun kecamatan.
Desa Kaweron yang apabila kita lihat dalam peta, merupakan desa dengan kondisi WASPADA harus selalu menyiagakan diri untuk menghadapi banjir lahar dingin dari sungai lamat dan khususnya sungai blongkeng. Informasi terakhir, jika dam atau perpil pembatas di persimpangan sungai blongkeng dengan sungai putih hancur, maka lahar dingin dapat masuk ke wilayah kita. Rekan-rekan kita yang di bagian atas (lereng merapi) telah menyiapkan diri untuk selalu memberikan informasi-informasi terakurat dan up to date seputar 4 sungai (sungai pabelan, lamat, blongkeng, dan putih) kepada kita. Baik yang tergabung dalam Kompag Merapi (148.280 MHZ), Pemuda Muhammadiyah (150.970 MHZ), Lokal Srumbung (148.940 MHZ), JME (148.970 MHZ), maupun lainnya.
Desa kita saat ini ada 3 tempat yang selalu stand by memantau informasi-informasi dari rekan-rekan diatas diantaranya Sdr. Front Harjanto, Sdr. Aris Harjanto, Bapak Sandiman, dan Bapak Hartanto (Tlatar). Bagi rekan-rekan yang akan membantu pengadaan HT untuk keperluan desa kita khususnya informasi jika terjadi banjir lahar dingin yang melewati sungai blongkeng karena banyak saudara-saudara kita yang bekerja mencari rezeki / nafkah di sungai blongkeng dapat menghubungi Sdr. Aris Harjanto. Desa kita paling tidak membutuhkan 3 - 5 HT yang rencananya akan di tempatkan di sungai blongkeng 1, perempatan wonolelo 1, pemuka desa (RT/RW) 1.
Bantuan yang diharapkan dapat berupa barang (HT) baik baru maupun second yang penting dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Bila melalui rekening bank, silahkan lihat dibagian bawah blog.

Selasa, 11 Januari 2011

LAHAR DINGIN MERAPI

Hari ahad, 9 Januari 2011 telah sekitar ba'da maghrib telah terjadi banjir lahar dingin yang sangat besar (paling besar) diantara banjir lahar dingin sebelumnya. Sungai pabelan bahkan airnya hingga mengenai jalan utama Yogja-Magelang, Sungai lamat yang melewati tengah kota Muntilan juga besar walaupun hampir 90% air dan belum mengandung material merapi seperti sungai pabelan dan sungai putih. Untuk sungai blongkeng juga mengalami banjir besar (terbesar sejak erupsi merapi) dengan ketinggian air lebih dari 2 M dan merupakan luapan dari sungai putih. Untuk sungai putih bahkan sampai memporakporandakan rumah-rumah penduduk disekitar bantaran sungai putih.
Jalan Yogja-Magelang di dusun Gempol, Jumoyo, Kecamatan Salam bahkan sampai ditutup total dan baru bisa dilewati kembali baru tadi malam 12 Januari 2011 sekitar jam 01.00 wib. Pasir yang di jalan untuk sebelah barat hingga dekat pom bensin dan disebelah timur hingga pasar Jumoyo.
Bagi saudara-saudaraku yang ingin melihat foto-foto atau gambar-gambar tentang banjir lahar dingin bisa membuka/browsing di google image "lahar dingin" atau di youtube.
wallohu a'lam bisawab

Minggu, 09 Januari 2011

NYINOM (SINOMAN)

Bertahun-tahun, sinoman di Kaweron Muntilan telah ada dan telah banyak berkiprah di setiap kegiatan hajatan,  pengajian, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang memerlukan sinoman. Sejak Admin masih duduk dibangku SMP, Admin telah banyak ikut berkecimpung dalam kegiatan sinoman kampung. Waktu itu pakaian yang dikenakan masih menggunakan pakaian atas putih, dan celana panjang hitam, bersepatu, serta memakai peci hitam. Dulu para sinoman masih dilaksanakan oleh para pemuda dari tingkat SMP hingga yang sudah tidak sekolah (bekerja). 
Seiring berjalannya waktu, sekitar pada tahun 2000 didirikan paguyuban sinoman gabungan dari RT 01, 02, 03 dan 03 Tlatar yang terdiri dari anak-anak muda (putra dan putri) yang mau dengan ikhlas berjuang dalam kegiatan sinoman. Saat itu paguyuban tersebut dibimbing oleh Bp. Ahmad Sobari, Bp. Khabib Fathoni, Bp. Asroni, Bp. Hasan, Ibu Ning, Bu Yiyik, dan Bu Musriyah. Selang beberapa tahun kemudian (kira" 7-8 tahun) karena banyak yang sudah berkeluarga, bahkan ada yang ikut suami meninggalkan dusun, lambat laun paguyuban ini mulai memudar.
Alhamdulillah, mulai bermunculan para sinoman di tiap-tiap RT yaitu Sinoman RT 01 (anak-anak muda), Sinoman RT 02 (anak-anak muda), dan Sinoman RT 04 (anak-anak muda dan bapak-bapak). Hanya RT 03 Kaweron yang tidak ada kelompok sinoman dikarenakan jumlah anak-anak mudanya yang sangat minim. Dari beberapa kelompok sinoman tersebut, Kelompok Sinoman RT 02 yang saat ini terlihat banyak kegiatan dengan seragam atas biru, celana hitam, berpeci, dan bersepatu hitam. Sinoman RT 02 banyak diisi oleh para mantan anggota paguyuban sinoman yang dulu sangat exis di Dusun Kaweron.
Awas! nasinya mau tumpah
Kompak untuk makan hidangan


Para punggawa Sinoman RT 02 diantaranya ada Heru Pranggono, Ahmad Sadana, Syaiful Muslim, Muh Lison, Dody Roy R., Surahmat, Nandang, Andra, Obet, dan masih banyak lagi.
TERUS BERJUANG UNTUKSINOMAN DI KAWERON MUNTILAN


Selasa, 28 Desember 2010

KERJA

Sudah selayaknya jika kita bersyukur atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan Alloh SWT kepada kita, dimana kita sebagai makhluk-Nya tak pernah dapat menghitung berapa besar nikmat yang telah kita terima.
Ibu-ibu sedang memecah batu
Setelah kejadian erupsi gunung merapi pada tanggal 26 Oktober s.d. 4 Nopember 2010 (terbesar), sekarang kita dihadapkan dengan kejadian lain di dekat kita yaitu banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin adalah banjir berupa air dan campuran material dari gunung merapi (batu, pasir, dan lumpur) dengan membawa aroma belerang yang sangat menyengat. Beberapa sungai di sekitar Kecamatan Muntilan dan Salam telah mengalami banjir lahar dingin yaitu sungai pabelan, sungai lamat, sungai putih dan sungai krasak (perbatasan Jateng dan DI Yogyakarta). Sungai-sungai tersebut mempunyai hulu di daerah atas yaitu lereng gunung merapi. Tak terkecuali sungai blongkeng yang merupakan cabang dari sungai putih pun ikut kebagian banjir walaupun tak sebesar yang terjadi beberapa sungai diatas.
Sampai saat ini sungai blongkeng masih cukup banyak mengalirkan pasir yang berimbas pada mata pencaharian bagi masyarakat dusun Kaweron. Mereka banyak yang "berburu" pasir untuk memberi nafkah kepada keluarganya. Dari yang muda hingga yang tua masih sibuk mencari material di sungai blongkeng untuk dijual kepada pembeli (truk-truk pengangkut pasir dan batu). Tak ketinggalan ibu-ibu juga ikut membantu para suami mereka mencari nafkah dari sungai blongkeng. Ada yang mencari pasir, dan ada juga yang memecah batu untuk dijadikan "kricak" sebagai bahan campuran untuk pengecoran bangunan.
Sedikit demi sedikit mereka kumpulkan bahkan tak kenal lelah dan waktu siang - malam tetap bekerja dengan harapan ada truk yang masuk dan mengambil material.